cerita seks memekku jadi korban pemuas nafsu

Oleh Cerpenkep Pada 22 Februari 2016 - 17:01

Di sini aku menceritakan tentang kisahku, dan ini merupakan kisah nyata yang ingin aku bagi pada kalian semua. Panggil Aku Nindy gadis kampung yang harus pindah ke kota karena perceraian kedua orang tuanya, saat ini umurku 17 tahun dan masih kelas 2 SMA. Bersama ibuku aku pindah ke kota ini sedangkan adikku ikut bersama Ayah tetap tinggal di kampung asalku.

Awalnya aku tidak mengerti kenapa ibuku pindah ke kota ini, karena dari yang aku tahu dia tidak memiliki saudara yang tinggal di kota ini. Namun belum sebulan aku tinggal di sini aku sudah dapat menerka kenapa ibu pindah ke kota ini, dan aku tidak menyangka kalau ibuku perempuan yang aku banggakan selama ini ternyata mampu berbuat seperti ini dan disini juga akan ada cerita seks yang membuatku trauma.

Cerita Seks Pemuas Nafsu

Pada suatu hari di rumah kontrakan kami, kedatangan seorang tamu laki-laki. Aku yang saat itu baru pulang dari sekolah hanya menunduk dan langsung masuk kamarku, tapi aku mendengar pembicaraan mereka ” Nindy betah di sini sayang..?” Katanya dengan mesra pada ibuku ” Eiits.. jangan keras-keras ngomongnya ntar dia dengar…” Ibuku berusaha menutupi sesuatu dariku.

Namun sebagai gadis yang sudah beranjak dewasa aku tahu kalau ada sesuatu di antara mereka. Dan benar saja tanpa harus menunggu lama akhirnya aku di panggil sama ibuku dan dia berterus terang kalau akan menikah dengan Om Herman laki-laki yang sering ke sini, aku sempat menolaknya dan bertanya kenapa ibu bisa mengenal laki-laki itu padahal kami baru pindah ke kota ini.

Untuk itu dia tidak menjawab dengan jujur, yang ada jawaban bertele-tele darinya. Dan sebagai anak aku tidak dapat berbuat apa-apa hingga pernikahan di bawah tangan itu terjadi, dan pada akhirnya laki-laki itu tinggal bersama kami. Awalnya Om Herman begitu baik padaku, entah apa pekerjaannya dari yang aku lihat dia sering keluar rumah terkadang sampai 2 hari tidak pulang.

Sedangkan ibuku tidak berpangku tangan meskipun sudah menikah. Dia mencari pekerjaan dan menjadi buruh pabrik pilihanya,padahal di kampung dulu dia tidak di perbolehkan kerja sama ayahku. Cukup merawat kami dua orang anaknya, tapi ibu terpedaya oleh wajah tampan Om Herman yang gayanya memang seperti orang kaya banget yang ternyata masih memperkerjakan ibuku.

Dia memang mempunyai sebuah mobil terbaru, dan sering juga dia mengajak aku dengan ibuku untuk jalan-jalan mengitari kota atau pergi ke tempat wisata. Layaknya laki-laki yang bertanggung jawab dia mencoba untuk mengelabui semua orang, namun entah mengapa dari awal aku tahu kalau dia seseorang yang busuk meskipun aku tidak begitu mengenalnya, dan ternyata tebakanku benar.

Belum genap 4 bulan bersama kami dia sudah melakukan hal yang begitu bejat. Hari itu aku baru pulang dari sekolah dan waktu menunjukan jam 2 siangan, seperti biasa aku masuk kamar kemudian aku makan di dapaur, setelah itu aku biasa membersihkan diri dengan mandi lalu aku bisa istirahat setelahnya tapi begitu aku selesai mandi dan berjalan kembali menuju kamarku.

Tiba-tiba dari belakang ada orang yang mendekap tubuhku, aku memberontak karena aku tahu dia pasti Om Herman ” Sudah cantik kamua nggak usah teriak karena Om tidak akan membiarkannya… ” dia bekap mulutku dengan lakban yang sudah dia sediakan kemudian dia menggendong tubuhku ke dalam kamarku dengan kasar dia banting tubuhku waktu itu hingga aku merasa sakit pada tubuhku.

Tanpa ampun Om Herman langsung membuka bajuku, aku ingin teriak nmun tidak terdengar juga akhirnya aku hnaya bisa menangis di bawah cengkraman tangannya. Dengan menatap tubuh bugilku dia tersenyum kemudian pelan-pelan membuka bajunya juga tanpa sedetikpun berlalu dari menatap tubuh bugilku. Kemudian dia menciumi tubuhku mulai dari kakiku.

Dia cium telapak kakiku terus ke atas ke betis kemudian kepaha, dia menggesek-gesekan kumisnya pada pahaku hingga akhirnya sampai pada pangkal paha. Saat itulah aku merasa takut, benci dan geli menjadi satu. Tanpa berpiki kedua kai Om Herman mendaratkan kmisnya pada memekku, dengan lidahnya dia mainkan memekku dan sesekali dia menekan wajahnya pada memekku.

Dalam pikirku aku hanya bisa menyesal kenapa aku harus di bawa ibu, kenapa aku tidak ikut ayahku saja. Tiba-tiba aku tersentak kaget ketika Om Herman menjilat-jilat memekku ” OOuugghh… ooouuggggggghhh… memekmu cantik sayang… aaaaaggghh… aaaaaghhh… eeeemmmuuuccchhhhh…. aaaaaaagghhh….” Mulut Om Herman tidak berhentinya menyentuh bagian sensitifku itu.

Aku menahan geli yang teramat sangat, ingin rasanya aku berteriak kala itu namun aku tidak dapat melakukannya. Semakin dalam Om Herman menjilat serta mengulurkan lidahnya dalam memekku, aku menggelinjang mengghempas-hempaskan tubuhku untuk berontak, tapi apalah tenaga seorang gadis muda jika di bandingkan dengan tenaga laki-laki dewasa seperti Om Herman.

Setelah itu dia merangkak naik ke atas tubuhku. Lalu aku merasa ada kontol yang menyelinap masuk dalam memekku, sakit rasanya dan akupun merasa pedih pada akhirnya ” Oouuuggghh.. ooogghh… aaaaagghhh… nikmat… sayang… aaaaghhh…. oooouuuuugghhhhhhh… aaaghh… ” Desahan suara berat Om Herman semakin membuatku jijik mendengarnya.

Bagai dalam adegan cerita seks Om Herman terus saja menggoyang pinggulnya lebih cepat dari sebelumnya, hingga akhirnya ketika dia sudah lama dia bergoyang akhirnya aku merasa memekku terasa basah ” Ooouuughhhhhh… Om… puas sayang…… aaaaghhh…. aaaaagghhhh…. oooouugghhh… ooouughhhhh… ” Dia terkulai setelahnya dan memeluk tubuhku dengan tubuh lemasnya.

Ingin rasanya aku berteriak sekeras-kerasnya waktu itu, tapi mau gimana lagi aku tidak dapat melupakannya. Bahkan ketika ibuku datang dan menghampiri aku yag belum keluar dari kamar mulai dia datang tadi, aku tetap tidak bisa memberitahunya karena takut dengan ancaman Om Herman. Dan segera keluar mengikuti ibu yang langsung mengajakku makan, nampak muka puas OM Herman kala itu.


Share On Facebook
Share On Twitter

Kategori: Cerita Sex Daun Muda,

Belum ada komentar